Perbankan Syariah Pasuruan Sukses Gelar Sidang Skripsi Berikut Pesertanya

PSY, STAI Salahuddin

Prodi Perbankan Syariah STAI Salahuddin Pasuruan sekses menggelar sidang skripsi ke 2 di gedung rektorat UNU STAI Salahudin Pasuruan, (2/06/2024). Dalam sidang tersebut di pimpin oleh M Ilham Wahyudi dan Irham Maulana.

Kaprodi Perbankan Syariah Saiful Bakhri mengatakan, sidang ini merupakan lanjutan dari sidang pertama yang dilakukan pada waktu bulan ramadhan.

“Jadi kami memberikan keringan kepada teman teman yang belum selaiasi baik penelitiannya ataupun asministrasinya untuk mengikuti yang kedua yakni pasca hari raya idul fitri,” ujarnya.

Dalam sidang tersebut terdapat beberapa nama diantaranya

Dinna intika sari dengan judul Penerapan Akad Wadi’ah pada Tabungan Batara IB pada PT Bank Tabungan Negara (Persero) KCPS Pasuruan

Mita Amelia Pratiwi dengan judul Analisis Pencatatan Sistem Akutansi Pembiayaan Qard Al-Hasan Berdasarkan PSAK Syariah Serta Implementasinya Pada BMT Maslahah Capem Gondangwetan Pasuruan

⁠Erisa Loviana dengan judul Strategi Pemasaran Produk Tabungan Batara iB dengan Akad Wadiah pada Bank BTN Syariah KCPS Pasuruan

Mukhammad Muchyiddin dengan judul ( Pengaruh E- Banking dan Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Nasabah Bank Syariah Indonesia KC Pasuruan Sudirman )

Mokhamad Faisol Analisis Prinsip Prinsip Fikih Muamalah Dalam Oprasional Toko Ritel NUmbasmart PCNU Kabupaten Pasuruan

    Pentingnya Investasi Syariah di Zaman Moderen Berikut Fatwanya

    Setiap orang tentunya ingin menanam modal atau investasi demi kebutuhan keuangan di masa depan. Dalam berinvestasi tentu terdapat sejumlah pilihan instrumen.
    Instrumen itu terbagi dalam instrumen investasi konvensional dan syariah. Khusus investasi berbasis syariah, ini merupakan penanaman modal masyarakat dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan sesuai dengan prinsip prinsip syariat Islam.

    Saiful Bakhri mengatakan, investasi syariah memegang prinsip yang diterapkan antara lain adalah investasi tersebut harus halal atau diperbolehkan dari sisi agama.

    yang dimaksud yaitu tidak mengandung unsur riba (bunga), gharar (ketidakpastian), maysir (perjudian), dan tidak diperkenankan untuk berinvestasi pada unsur yang dilarang secara agama (haram).

    “Dan biasanya investasi syariah juga mendorong untuk manfaat sosial seperti zakat dan sedekah serta mengedepankan transparansi transaksi dan etika,” kata kaprodi perbankan syariah tersebut.


    Investasi Syariah merupakan bentuk investasi yang berlandaskan pada prinsip-prinsip Syariah, yang bertujuan untuk memastikan bahwa investasi dilakukan dengan cara yang sesuai dengan prinsip Syariah, menghindari riba (bunga), praktik spekulasi berlebihan, serta bisnis yang tidak sesuai dengan prinsip Syariah. Dalam konteks pasar modal, investasi Syariah didukung oleh beberapa fatwa DSN-MUI (Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama Indonesia), antara lain:

    Kenali Perbedaan Investasi dan Tabungan

    Bagi beberapa orang, menabung dan berinvestasi sama-sama dianggap penting untuk mencapai tujuan finansial. Keduanya juga dinilai sangat ideal untuk mendukung perencanaan keuangan. Hanya saja, tentu ada perbedaan tabungan dan investasi yang penting untuk dipahami.

    Tabungan itu sendiri, umumnya aktivitas ini digunakan untuk menyimpan uang dalam jangka waktu tertentu. Tujuannya lebih banyak untuk keamanan dan likuiditas seperti dana cadangan, dana darurat, hingga membeli barang konsumtif.

    Sedikit berbeda dengan investasi yang dilakukan dengan cara mengalokasikan dana ke dalam instrumen tertentu untuk mendapatkan imbal hasil di masa depan. Tujuannya pun cenderung jangka panjang seperti persiapan masa pensiun hingga pendidikan anak.

    Untuk penjelasan lebih jelas dan mendalam tentang perbedaan antara tabungan  dan investasi, simak jawabannya pada artikel ini!

    1. Perbedaan tingkat risiko yang cukup signifikan

      Dari tingkat risiko yang diberikan, kamu akan merasakan perbedaan yang cukup signifikan antara investasi dan juga tabungan. Seperti yang sudah dikatakan di atas, dalam investasi, persentase risiko yang akan kamu terima biasanya sebanding dengan keuntungan yang akan kamu dapatkan. 

      Investasi ini biasa dilakukan oleh orang-orang yang mencari keuntungan yang banyak dan tidak begitu khawatir akan risiko yang besar. Tetapi, investasi yang saat ini tersedia juga cukup beragam. Jika tertarik, kamu bisa memulai investasi kecil-kecilan dengan keuntungan yang sedikit tetapi cenderung stabil. 

      Sedangkan tabungan menawarkan tingkat risiko yang jauh lebih kecil dibandingkan dengan investasi. Hal yang bisa kamu lakukan sebelum membuka tabungan yaitu untuk memilih bank dengan reputasi yang baik dan menawarkan jaminan dan keamanan bagi nasabahnya. Mengalami kerugian saat menabung di bank merupakan hal yang umumnya jarang terjadi.

      Jika kamu orang yang hanya ingin menyimpan uang, kamu bisa memilih membuka tabungan di bank. Sedangkan kalau kamu memilih untuk memutarkan uang kamu dan mendapat keuntungan, kamu bisa melakukan investasi.

      1. Tujuan utama dari tabungan dan investasi

      Hal selanjutnya yang membedakan investasi dan juga tabungan adalah tujuan penggunaannya. Secara umum, investasi digunakan oleh orang-orang dengan tujuan jangka panjang. Tujuan ini biasanya cukup besar, seperti membeli rumah, dana pensiun, dan lain sebagainya. 

      Sedangkan tabungan cenderung digunakan oleh masyarakat yang ingin mencapai tujuan jangka pendek. Contoh yang sering ditemukan yaitu menabung untuk liburan, atau membeli alat elektronik.

      Perlindungan terhadap harta ketika suatu saat terjadi inflasi

        Perbedaan selanjutnya antara tabungan dan investasi ada pada kemampuannya dalam melindungi harta kamu ketika terjadinya inflasi. Inflasi merupakan kondisi dimana semua harga-harga pada umumnya meningkat terus menerus. Ketika inflasi terjadi, otomatis nilai mata uang akan mengalami nilai yang naik turun atau biasa disebut dengan fluktuasi.

        Pada situasi seperti ini, tabungan menawarkan perlindungan yang relatif minim bagi nilai uang yang kamu punya. Sedangkan investasi umumnya memberikan proteksi yang lebih baik terhadap harta kamu. Kamu juga dapat memilih aset mana yang menawarkan tingkat pengembalian dana atau refund yang paling tinggi